Logo Sekolah
SMK Negeri 1 Windusari
Patreman, Banjarsari, Kec. Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56152

Peringatan Maulid Nabi 1448 H. di SMK Negeri 1 Windusari, Tanamkan Spirit Kesuksesan melalui “3 Ah”

Peringatan Maulid Nabi 1448 H. di SMK Negeri 1 Windusari, Tanamkan Spirit Kesuksesan melalui “3 Ah”

31 Aug 2026 • Munif Hanafi, S.S.

Windusari, 28 Agustus 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di SMK Negeri 1 Windusari berlangsung semarak dan penuh makna. Rangkaian kegiatan yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (27–28/8/2026), tersebut memadukan berbagai perlombaan Islami dengan pengajian sebagai acara inti.Rangkaian peringatan diawali pada Kamis (27/8/2026) dengan berbagai lomba Islami yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelas. Empat cabang lomba yang diselenggarakan meliputi Qiroah, ceramah, azan, dan video pendek Islami.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menumbuhkan keberanian tampil di hadapan publik. Selain berkompetisi, para peserta juga diajak untuk mengekspresikan nilai-nilai keislaman melalui kemampuan membaca Al-Qur'an, menyampaikan ceramah, mengumandangkan azan, serta memanfaatkan media kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

Setelah rangkaian lomba, peringatan Maulid Nabi dilanjutkan dengan acara inti pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan diisi dengan pengajian yang menghadirkan Ustadz Wahyono dari Magelang. Dalam tausiyahnya, Ustadz Wahyono mengajak para siswa untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperbaiki diri dan membangun kebiasaan positif. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun keterampilan, tetapi juga oleh kedekatan seseorang dengan Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Ustadz Wahyono adalah kiat menjadi orang sukses melalui konsep “3 Ah”, yaitu Tilawah, Jamaah, dan Sedekah.
Pertama, Tilawah. Ustadz Wahyono mengajak para siswa untuk senantiasa membaca Al-Qur'an. Tilawah diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin sehingga Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
Kedua, Jamaah. Para siswa diingatkan untuk menjaga salat lima waktu serta membiasakan diri melaksanakan salat berjamaah di masjid. Menurutnya, kedisiplinan dalam menjaga salat merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk pribadi yang tertib dan bertanggung jawab.
Ketiga, Sedekah. Para siswa diajak untuk membiasakan diri berbagi dan membantu sesama. Sedekah tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta, tetapi dapat dilakukan sesuai kemampuan dengan dilandasi keikhlasan dan kepedulian.
Pesan sederhana tentang “3 Ah” tersebut menjadi salah satu inti pengajian. Para siswa diajak memahami bahwa kesuksesan sejati perlu dibangun melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.

Koordinator kegiatan sekaligus Pembina Rohis SMK Negeri 1 Windusari, Bapak Arwan Hidayat, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu memberikan pengalaman dan pembelajaran keagamaan bagi seluruh siswa. “Peringatan Maulid Nabi ini kami jadikan sebagai momentum untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat karakter religius mereka. Karena itu, kegiatan kami kemas tidak hanya dengan pengajian, tetapi juga berbagai lomba Islami yang melibatkan perwakilan dari seluruh kelas,” ujar Arwan.

Menurutnya, lomba Qiroah, ceramah, azan, dan video pendek Islami memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus belajar menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui berbagai media.“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan berani menunjukkan potensi yang mereka miliki. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman,” tambahnya. Arwan juga berharap pesan yang disampaikan dalam pengajian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di SMK Negeri 1 Windusari akhirnya bukan sekadar peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan siswa. Melalui perpaduan antara kompetisi, kreativitas, dan penguatan spiritual, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi SMK yang tidak hanya terampil dan siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, peduli, dan berakhlak mulia. _osskanuri_