Edit Berita
Judul:
Isi:
Windusari, Oktober 2025 — Langit Jumat pagi itu tampak cerah di halaman SMK Negeri 1 Windusari. Gemericik langkah kaki para peserta didik kelas X terdengar berpadu dengan semangat yang membara. Mengenakan seragam Pramuka lengkap, mereka tampak berbaris rapi mengikuti upacara pembukaan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Gudep XI-08-099/100 Ambalan Pangeran Diponegoro–RA Kartini. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 3–4 Oktober 2025, ini bukan sekadar agenda rutin. Lebih dari itu, PTA menjadi gerbang awal bagi peserta didik baru untuk mengenal dunia kepramukaan Penegak — dunia yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Penerimaan Tamu Ambalan diselenggarakan dengan tujuan membentuk pribadi yang disiplin, berkarakter, serta mampu bekerja sama dalam tim. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian di kalangan Penegak muda. Dalam kesempatan ini, juga dilaksanakan pelantikan Laksana masa bakti 2025/2026. Para Laksana merupakan kakak-kakak senior yang akan menjadi pendamping sekaligus penggerak kegiatan kepramukaan di gugus depan selama satu tahun ke depan. Serangkaian Kegiatan yang Penuh Makna Setelah upacara pembukaan, suasana berubah menjadi lebih cair ketika para peserta mengikuti materi Dinamika Kelompok yang disampaikan oleh Kak Firdaus dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Magelang. Dengan metode permainan dan refleksi, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi, solidaritas, dan tanggung jawab dalam sebuah tim. Usai Salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan materi Pendidikan Moral bertema “Anarkisme” yang dibawakan oleh Koramil Windusari. Materi ini mengingatkan para peserta akan pentingnya menjaga sikap, menolak kekerasan, dan mengedepankan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menjelang malam, suasana menjadi khidmat dengan kegiatan keagamaan selepas Salat Magrib hingga menjelang Isya. Suara lantunan ayat suci dan doa bersama menambah kesejukan hati para peserta. Malam kemudian berpuncak pada Api Unggun dan Pentas Seni Sangga, sebuah momen yang paling ditunggu-tunggu. Cahaya api yang menari di tengah lapangan menjadi saksi tawa, nyanyian, dan semangat muda yang membara. Setiap sangga menampilkan kreativitasnya—ada yang menari, berdrama, hingga menampilkan musik akustik sederhana. Sorak tepuk tangan penonton menggema, menandai kebersamaan yang terjalin begitu erat. Hari Kedua: Pengembaraan dan Penutupan yang Mengharukan Keesokan harinya, kegiatan dimulai sejak fajar dengan Salat Subuh berjamaah, diikuti senam pagi dan apel. Udara segar di lingkungan sekolah menambah semangat peserta untuk melanjutkan kegiatan puncak, yakni pengembaraan. Dalam pengembaraan ini, para peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan sambil menjalankan berbagai tugas pos. Mereka diuji dalam hal ketangkasan, pengetahuan, kekompakan, dan sikap tanggung jawab. Meski lelah, wajah-wajah muda itu tetap menyunggingkan senyum bangga saat tiba di garis akhir. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan Upacara Penutupan, di mana para peserta dengan khidmat mengikuti prosesi akhir, sekaligus menerima tanda resmi sebagai anggota Ambalan Pangeran Diponegoro–RA Kartini. Pesan dan Harapan dari Para Pembina Dalam sambutannya saat upacara pembukaan, Kamabigus SMK Negeri 1 Windusari, yang diwakili oleh Kak Rochmat Santosa, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam tentang arti penting kegiatan kepramukaan. “Kegiatan ini sangat penting sebagai ajang penggemblengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, serta kepada panitia agar tetap sigap dan kompak dalam menjalankan setiap agenda,” ujarnya. Sementara itu, Ka Gudep Kak Suyanto, A.Md. menuturkan bahwa PTA merupakan kegiatan yang sarat makna dan telah menjadi agenda tahunan Dewan Kerja Ambalan. “PTA bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga wadah untuk menyalurkan kreativitas dan bakat seni anak-anak. Kami bangga karena setiap tahun selalu ada inovasi baru dari para peserta,” ungkapnya. Suara Panitia dan Kesan Peserta Di sisi lain, Ketua Panitia PTA 2025, Kak Indri Fitrianingrum, mengaku terharu melihat antusiasme peserta. “Saya senang karena kegiatan tahun ini berjalan lebih baik dari sebelumnya, meskipun ada beberapa kendala di lapangan. Itu semua menjadi pelajaran untuk selalu menjaga kekompakan dan ketenangan dalam menghadapi situasi apa pun,” katanya penuh syukur. Salah satu peserta kelas X juga mengungkapkan kesan mendalamnya. “Awalnya saya gugup, tapi setelah ikut kegiatan ini saya merasa lebih berani dan kompak dengan teman-teman. Yang paling berkesan saat api unggun, suasananya benar-benar hangat dan menyenangkan,” ujar salah satu peserta dengan mata berbinar. Menumbuhkan Generasi Penegak yang Siap Mengabdi Melalui kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan 2025 ini, diharapkan lahir generasi Pramuka Penegak yang disiplin, tangguh, dan berjiwa pemimpin. Mereka bukan hanya siap menjalankan tugas di gugus depan, tetapi juga siap mengabdi untuk sekolah dan masyarakat.
Gambar saat ini:
Upload Gambar Baru (opsional):
Password:
Update