Pembelajaran di tahun 2020 berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran pada umumnya, hal ini karena dunia dilanda wabah penyakit menular yang disebabkan virus Corona. Seluruh masyarakat dihimbau untuk mematuhi anjuran pemerintah dan badan kesehatan demi mencegah penyebaran wabah. Akibatnya pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran juga menjadi salah satu yang terkena imbasnya. Meskipun begitu kegiatan menambah ilmu harus tetap dilakukan walau mengalami keterbatasan jarak, pertemuan dan sarana prasana. Guna mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan panduan pembelajaran jarak jauh bagi guru selama situasi wabah.

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Guru

Pembelajaran jarak jauh bagi guru selama situasi wabah virus corona dapat dilakulan dengan cara pembelajaran 5M. Belajar baik itu dilakukan di sekolah maupun di rumah tetaplah berorientasi pada siswa, lantas bagaimana caranya mengelola pembelajaran di tengah wabah yang melanda? Di sini, guru dan orang tua berperan penting dalam menciptakan pengalaman belajar bagi anak didik. Tujuannya mendorong kolaborasi antara guru, orang tua dan peserta didik untuk dapat belajar dan berkembang, selain itu juga memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menantang serta sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Berikut ini adalah cara pembelajaran 5M yang dimaksud.

Memanusiakan Hubungan

Praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid dan orang tua.

Anjuran

  1. Lakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu mengenai kesiapan orang tua dalam mendampingi murid melakukan pembelajaran jarak jauh. Faktor yang setidaknya perlu dipertimbangkan antara lain akses orang tua terhadap teknologi, pola kerja orang tua dan tingkat pendidikan orang tua.
  2. Sediakan waktu berbincang bebas dengan orang tua dan murid untuk mendapatkan gambaran kondisi yang mereka alami. Membangun kepercayaan diri murid dan orang tua, menghadirkan dukungan, pendorong semangat dan bantuan profesional.
  3. Memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan. Pastikan durasinya maksimal 80% dari jam belajar normal untuk menyediakan waktu belajar tidak terstruktur. Durasi ini bisa disesuaikan melalui koordinasi dengan guru yang mengajar pada kelas yang sama dan dengan murid atau orang tua.
  4. Membangun kesepakatan dengan orang tua terkait cara pengerjaan tugas murid, jadwal dan durasi konferensi guru.
  5. Menyiapkan aktivitas dan tugas belajar yang memadukan tujuan kurikulum, minat murid dan isu yang sedang hangat dibicarakan.

Hindari

  1. Hindari membuat aturan dan tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orang tua.
  2. Hindari memaksakan tugas harus dikerjakan dengan kriteria dan durasi kecepatan yang sama untuk semua murid.
  3. Hindari menuntut orang tua mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan faktor kendala dalam melakukan pendampingan.

Memahami Konsep

Praktik pembelajaran yang memandu murid bukan sekedar mengasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks.

Anjuran

  1. Lakukan penjelasan terlebih dahulu kepada orang tua khususnya pada kelas kecil tentang tujuan dan proses belajar jarak jauh dan penggunaan aplikasi atau situs melalui panduan, video tutorial atau infografis.
  2. Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran. Rancang tugas atau kegiatan belajar yang bisa mencakup 2 – 3 pelajaran.
  3. Berilah tugas yang terkait dengan lingkungan rumah pada kelas kecil dan terkait dengan persoalan yang sedang hangat dibicarakan.
  4. Sediakan pertanyaan terbuka pada instruksi penugasan yang memfasilitasi murid untuk mengekspresikan pendapatnya. Contoh: pada kelas kecil, apa yang kamu sukai dari tugas hari ini? Pada kelas besar, apa kaitan antara konsep yang kamu pelajari hari ini dengan persoalan masyarakat saat ini?

Hindari

  1. Hindari memberikan tugas sekedar untuk latihan soal atau pengerjaan lembar kerja siswa, tanpa disertai diskusi dan refleksi.
  2. Hindari memberi tugas yang meminta murid hanya memindahkan materi dari buku teks ke lembar tugas.

Membangun Keberlanjutan

Praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik.

Anjuran

  1. Membuat panduan tugas yang rinci namun tidak mendikte. Pastikan orang tua/murid memahami instruksi namun tidak terkekang dalam belajar.
  2. Pastikan memberi umpan balik pada setiap penugasan yang diberikan kepada murid. Pada kelas kecil, umpan baik bisa berupa kalimat penyemangat. Pada kelas besar, umpan balik perlu spesifik pada bagian tugas yang perlu diperbaiki.
  3. Perbanyak asesmen formatif untuk membantu murid memahami kemampuan awalnya dan kebutuhan belajar berikutnya. Pada kelas kecil, asesmen formatif bisa berupa pertanyaan yang dapat dijawab dengan gambar atau ekspresi murid. Pada kelas besar, asesmen formatif yang sederhana (pilihan ganda), singkat (3-5 butir soal) dan hasilnya bisa langsung diketahui.
  4. Pastikan ada ada kriteria keberhasilan yang digunakan dalam penilaian dari setiap tugas yang diberikan. Pada kelas kecil, pastikan orang tua memahami kriteria keberhasilan itu. Pada kelas besar, diskusikan kriteria keberhasilan dengan murid.
  5. Pastikan melakukan refleksi berkala sebagai titik periksa kemajuan pengerjaan tugas. Sepakati waktunya dengan orang tua pada kelas kecil dan dengan murid pada kelas besar.

Memilih Tantangan

Praktik pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna.

Anjuran

  1. Sediakan pilihan jam belajar. Pada kelas kecil, jam belajar perlu luwes menyesuaikan aktivitas orang tua. Pada kelas besar, sediakan pilihan jam belajar sesuai jam sekolah atau jam mengerjakan tugas.
  2. Kombinasikan aktivitas dengan diskusi atau bergerak, tidak hanya duduk dan menulis saja atau aktivitas bergerak saja.
  3. Sediakan pilihan tugas. Perhatikan beberapa aktivitas dari sumber berbeda. Beri kesempatan murid memilih tugas yang bisa dilakukannya, kemudian sepakati bersama orang tua. Anjuran ini semakin penting untuk murid berkebutuhan khusus.

Hindari

  1. Hindari memberikan tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit bagi murid.
  2. Hindari memberikan tugas sesuai kurikulum tanpa mengaitkan dengan lingkungan atau kehidupan sekitar.

Memberdayakan Konteks

Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan.

Anjuran

  1. Menyediakan tugas yang membuat murid bisa menerapkan kemampuannya pada konteks tugas sehari-hari di rumah.
  2. Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran. Rancang tugas atau kegiatan belajar yang bisa mencakup 2-3 pelajaran.
  3. Gunakan bagi murid yang tidak memiliki gawai, guru bisa membentuk kelompok dengan teman yang tinggalnya berdekatan. Bila murid yang tidak mempunyai gawai dan lokasinya jauh dari teman satu sekolah, guru sebaiknya memberikan tugas yang bisa disesuaikan dengan sekitar rumah.
  4. Menyediakan tugas yang membuat murid dan orang tua merasa berkontribusi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarakan.

Hindari

  1. Hindari memberi tugas yang mendorong murid berinteraksi dengan banyak orang di tengah situasi wabah.
  2. Hindari memberi tugas hanya dari sumber atau buku teks semata.
  3. Hindari memberikan tugas yang sama untuk semua murid tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi murid yang berbeda di rumah atau wilayah.