Logo Sekolah
SMK Negeri 1 Windusari
Patreman, Banjarsari, Kec. Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56152

SMK Negeri 1 Windusari Gelar Desiminasi Pembelajaran Mendalam, Dorong Guru Tinggalkan Zona Nyaman

SMK Negeri 1 Windusari Gelar Desiminasi Pembelajaran Mendalam, Dorong Guru Tinggalkan Zona Nyaman

02 Oct 2025

Windusari, 27 Agustus 2025–SMK Negeri 1 Windusari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan Desiminasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Acara yang diikuti oleh seluruh guru ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan, mendalami, sekaligus melatih penerapan konsep pembelajaran mendalam di lingkungan sekolah.
Sambutan Kepala Sekolah: Tinggalkan Zona Nyaman, Raih Inovasi
Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 1 Windusari, Bapak Agus Santosa, S.Pd., menyampaikan pesan motivatif sekaligus reflektif. Ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam merupakan konsep baru yang tidak hanya sekadar teori, melain-kan harus dipahami dan diterapkan bersama.
“Deep Learning merupakan hal baru, konsepnya kita belajar bersama. Diharapkan Bapak Ibu Guru dapat memahami dan menerapkan dalam pembelajaran. Zona nyaman harus kita tinggalkan,” ujar Agus Santosa penuh semangat.
Lebih lanjut, beliau juga menyinggung beberapa hal penting lain yang menjadi fokus perhatian sekolah, di antaranya Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tolok ukur pemetaan kemampuan siswa, supervisi kelas untuk memastikan kualitas proses pembelajaran, serta pentingnya kemitraan dengan dunia usaha dan industri dalam menunjang pendidikan vokasi.
Desiminasi Pembelajaran Mendalam di SMK Negeri 1 Windusari.-DOKUMEN-MHC
Materi Narasumber: Dari Sinkronisasi dengan Industri hingga Analisis RPP
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber internal yang memberikan materi secara mendalam dan aplikatif.
• Ardi Nurwijaya membuka sesi dengan materi “Memahami Sinkronisasi dengan Industri.” Ia menekankan pentingnya menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
• Ibu Suciati, S.Pd. menyampaikan dua materi utama, yaitu “Membuat Peta Konsep Pola Pikir Bertumbuh” dan “Membuat Instrumen Penilaian.” Menurutnya, guru perlu membekali diri dengan pola pikir bertumbuh agar mampu menyesuaikan dengan perubahan, sekaligus merancang penilaian yang adil dan objektif.
• Ibu Septi Dwi Saputri, S.Pd. memaparkan materi “Membuat Contoh Pembelajaran Mendalam” serta “Menganalisis RPP Apakah Sudah Terdiri dari 4 Unsur.” Ia menekankan bahwa RPP bukan hanya dokumen administratif, tetapi harus benar-benar menjadi pedoman yang memuat empat unsur penting pembelajaran: kompetensi, materi, kegiatan, dan asesmen.
• Bapak H. Nurcholis, S.T. sebagai narasumber terakhir menyajikan materi “Menemukan Contoh Kasus Materi Pembelajaran yang Terkait dengan Materi Lainnya” serta “Menerima Konsep Materi Hari Ini.” Ia mengajak guru untuk melihat keterkaitan antar-materi sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa.

Peserta Aktif dengan Lembar Kerja (LK)
Kegiatan desiminasi ini tidak hanya sebatas penyampaian materi. Seluruh peserta guru juga ditantang untuk mengerjakan Lembar Kerja (LK) yang relevan dengan setiap materi. Dengan cara ini, guru dapat langsung berlatih menyusun, menganalisis, sekaligus mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam.
Suasana pelatihan menjadi lebih interaktif karena guru tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif mengerjakan dan mendiskusikan hasil kerja. Hal ini membuat kegiatan terasa lebih hidup dan menantang.
Tanggapan Guru Peserta: Membuka Wawasan Baru
Salah satu guru peserta, Ibu Nur Afni Styoningsih, S.H., memberikan tanggapan positif atas kegiatan desiminasi ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat membuka wawasan dan memberikan inspirasi baru dalam mengajar.
“Saya merasa lebih tercerahkan dan siap mencoba menerapkannya di kelas. Pembelajaran mendalam membuat kita berpikir lebih jauh tentang bagaimana siswa benar-benar memahami materi, bukan hanya sekadar menghafal. Materi yang diberikan sangat relevan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SMK,” ungkapnya.
Harapan ke Depan
Melalui desiminasi pembelajaran mendalam ini, SMK Negeri 1 Windusari berharap seluruh guru mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, meninggalkan pola lama yang kurang efektif, dan berani menerapkan model pembelajaran yang lebih inovatif. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, sejalan dengan visi SMK Negeri 1 Windusari untuk mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan industri. (Skanuri/MH)